Belajar dari Pertanian Swiss (Direktzahlungen)

4 Oct

Swiss merupakan salah satu negara dengan tingkat taraf hidup yang tinggi, bahkan dibandingkan dengan negara negara di eropa sekalipun. Negara dengan luas kurang lebih 41,285 Km2  ini memiliki populasi penduduk sekitar 7 juta orang. Dari jumlah penduduk tersebut  diperkirakan hanya 3 % dari mereka hidup sebagai petani. Walaupun begitu, Pertanian di Swiss digolongkan sebagai primary sector of Switzerland Economic dan sangat didukung oleh pemerintah.  Sejak pembentukan Uni Eropa  (European Union), Banyak negara yang tergabung mengalami guncangan dibidang moneter dan perekonomian mereka, dikarenakan penyesuaian nilai tukar mata uang mereka ke Euro. Swiss sendiri bukan negara yang tergabung dalam Uni Eropa sampai saat ini (Oktober 2008), namun imbas dari pembentukan Uni Eropa tersebut dirasakan cukup berarti bagi perekonomian dan pertanian di negara Swiss. Harga harga kebutuhan pokok naik, dan harga penjualan produk pertanian semakin menurun. Karena  sebagian besar penjualan produk pertanian di Swiss disubsidi oleh pemerintah, maka bias dipastikan harga penjualan mereka selalu diatas rata-rata negara di Eropa, atau bahkan didunia. Akhirnya, WTO memaksa pemerintah Swiss untuk mencabut subsidi harga produk pertanian ini, Sehingga saat ini harga harga produk pertanian di pasaran semakin menurun. Tetapi pemerintah Swiss sekarang mengalihkan dana tersebut untuk program Direktzahlungen (pemberian uang tunai). Program pemberian uang tunai ini akhirnya menjadi salah satu pemasukan tetap dan biasanya memiliki presentase yang cukup besar bagi penghasilan petani.

Program Direktzahlungen ini tentu saja bukan tanpa syarat. Jangan sekali kali membandingkan dengan program Directpayment yang ada di Indonesia, karena walaupun namanya sama, sistemnya sangat berbeda. Selain itu kontrol dari pemerintah juga sangat ketat. Sistem Direktzhalungen ini memiliki prosedur yang khusus serta diatur oleh regulasi dengan sangat detil. Pemberian Direktzahlungen berdasarkan pada jumlah area yang dimiliki oleh petani dengan kriteria tertentu. Namun tidak semua petani yang memiliki lahan dapat menerima pembayaran dari program ini. Untuk bisa mendapatkan pembayaran dari program ini, petani diharuskan untuk mengisi dan mengajukan aplikasi permohonan program ini kepada pemerintah. Aplikasi tersebut kurang lebih berisi tentang profil usaha pertanian mereka, antara lain:

  1. Luas Lahan
  2. Produk yang dimiliki pada musim tahun sebelumnya dan tahun ini.
  3. Penggunaan Pestisida dan Pupuk (N,K2O,P)
  4. Binatang peliharaan dan cara pemeliharaannya (dikandang atau setiap saat diluar)

Selain itu petani juga diwajibkan untuk memiliki buchhaltung (bookkeeping) atau pembukuan terhadap usaha tani yang dijalankannya selama satu tahun. Sehingga pada saat ada pemeriksaan mereka akan memiliki bukti akan semua aktivitas bertani mereka selama satu tahun. Jika pada saat pemeriksaan terdapat kejanggalan atau bahkan tidak memiliki pembukuan maka petani tersebut tidak akan mendapatkan pembayaran.
Ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang petani untuk bisa mengajukan program Direktzahlungen ini, diantaranya:

  1. Mengajukan permohonan maksimal per tanggal 31 Agustus setiap tahunnya untuk tahun berikutnya
  2. Bukan seorang yang bekerja dibidang yuridis, pegawai pemerintah (pusat,provinsi maupun daerah)
  3. Bukan tanah milik pemerintah (kecuali yang disewa)
  4. Petani harus memiliki minimal diplom dibidang pertanian (dari program berufslehre / apprenticeships)
  5. Petani yang memiliki area lebih dari 3 Ha, harus menanam sekurang kurangnya  4 produk pertanian yang berbeda.
  6. Batas maksimum usia petani adalah 65 tahun
  7. Pembayaran 100 % diberikan untuk petani yang memiliki lahan maksimum 30 Ha.
  8. Minimum pekerja  0,25 (disesuaikan dengan Standard Pekerja)
  9. Minimum 50 % dari jumlah pekerja adalah berasal dari Keluarga sendiri.

Besaran pembayaran akan sangat bergantung pada produk pertanian yang dimiliki tiap tahunnya dan juga program yang dipilih oleh para petani. Tetapi secara umum petani akan mendapatkan sekitar 1080 Franken per Hektar per tahun untuk lahan yang dimilikinya dan mendapatkan 450 Franken untuk lahan yang tidak ditanami produk (digunakan sebagai ecological area). Untuk binatang ternak seperti Sapi, Kuda, Bison, Kambing dan Domba (susu) petani mendapatkan 860 Franken per satuan binatang ternak (1 sapi sebanding dengan 3 kambing, dsb). Namun khusus untuk binatang ternak ada beberapa syarat tambahan yang juga harus dipenuhi seperti jumlah minimal kepemilikan binatang, usia binatang ternak,  makanan, tempat tinggal, dsb.

Pembayaran tersebut adalah Basic payment, mereka akan mendapatkan tambahan lagi jika mereka memiliki kualifikasi tertentu. Misalnya jika mereka menggunakan lahannya sebagai lahan ekologi (tanami pohon, atau rumput saja), atau untuk yang memiliki binatang ternak didaerah pegunungan yang cukup tinggi mereka akan mendapatkan tambahan pembayaran dari sistem Direktzahlungen ini.
Jadi kira kira bisa dibayangkan bahwa bantuan dari pemerintah ini sangat berarti bagi para petani di Swiss. Salah seorang petani yang saya kenal dekat di Swiss memberikan gambaran dan penjelasan tentang semua hal tersebut diatas dengan sangat antusias. Dia memiliki lahan sekitar 18 Ha dan mendapatkan kira –kira 23 % dari total pendapatannya per tahun dari Direktzahlungen ini.  Tetapi dia juga menjelaskan, walaupun program semacam ini telah berjalan dengan baik, akan tetapi tekanan dari dunia luar, terutama Uni Eropa semakin kuat. Bermacam produk pertanian dari negara-negara Uni Eropa semakin membanjiri pasaran Swiss. Mereka memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan produk lokal Swiss, walaupun dengan kualitas yang sama. Saya sendiri melihat dengan jelas betapa produk dari Italy, Jerman dan negara lain membanjiri supermarket supermarket di Swiss ini.

6 Responses to “Belajar dari Pertanian Swiss (Direktzahlungen)”

  1. Agus Ramada Setiadi 4 October 2008 at 11:31 631b #

    Informasinya sangat bermanfaat. Mohon ijin posting di Blog Domba Garut. Hatur Nuhun.

  2. Aswin 5 October 2008 at 12:06 006b #

    Artikel tersebut yang sangat bagus. Terimakaih.

  3. stefan 22 October 2008 at 2:33 333b #

    rudi aku masukan tulisanmu ini ke majalahnya karang taruna tapi aku edit beberapa ya. thanks good luck

  4. Jessica 17 March 2009 at 7:05 205b #

    kamu tahu pertanian Switzerland dijalankan di tanah tinggi atau tanah pamah?
    bolehkah anda beritahu saya?
    tolong e-mail jawapan anda kepada saya.
    siilinda@yahoo.com.sg

  5. selly 11 June 2010 at 4:09 509b #

    artikelnya bagus

  6. Irham 30 November 2013 at 10:37 637b #

    Terimakasih atas infonya

    irhamabdulazis271.student.ipb.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: