Pesona Aset Bangsa di Ranupani

13 Nov

7917_g.jpg

Sepertinya keingintahuanku terhadap banyak hal, tidak sedikit membuahkan hasil yang luar biasa bagi pengalaman perjalanan hidupku. bisa saja positif atau bahkan negatif, tapi terlepas dari itu kesemuanya selalu memberikan sisi hikmah yang tak terhingga nilainya. Allah sekali lagi memberikan begitu banyak pelajaran bagiku beberapa waktu lalu, pada saat acara yang diselenggarakan oleh para ksatria-ksatria negeri ini. Diajak oleh seorang kawan bernama bambang ato lebih dikenal mbenks dari surabaya, aku dikenalkan dengan sebuah komunitas pendaki bernama pangrango. Secara, aku bukan seorang pendaki (karena nenek moyangku seorang pelaut), jadi rada minder juga kalo diajak naek, tetapi kali ini si mbenkz, ngajak acara sosial edukatif di Desa Ranupani, Senduro, Lumajang, Kalo temen-temen yang sering naek Gunung Semeru pasti tau desa ini. Tanpa pikir panjang aku langsung mengiyakan aja ajakan bozznya pendaki jatim ini.Singkat cerita, dengan berbagai macam persiapan yang terkoordinasi lewat milis (aku sendiri cuma kebagian bantuin doa aja,hehehe), akhirnya tiba pada hari yang dinantikan (halah..). Beberapa orang sudah ada yang ke Ranupani duluan, selebihnya berangkat bareng dari tempat mbak sandra di Malang. Beberapa orang menunggu diTumpang. Aku, Johan, Sandra,Nyoman, Abah,Rina, Hanung,Winda,Titiek..siapa lagi yah??? lupa euy…pokoknya itu deh yang inget.

Singkat cerita lagi, kita berangkat dari tumpang setelah ketemuan semua orang disana, sekitar 30 orang lebih. Berangkatlah kita akhirnya menggunakan truk. sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan kebun apel dan eksotika ala betis gunung yang indah (halah, opo maneh!!). tak terasa kurang lebih 1.5 jam perjalanan dari Tumpang ke Ranupani akhirnya selesai juga, kita berhenti tepat didepan lapangan ranupane (didepan danau ranupane). Setelah menurunkan segala macam perabotan lenong kita, dan perkakas-perkakas emak-emak, kita briefing sekejap (gaya melayu).
20071027_1n1b_bleem_0005.jpgSetelah itu kita langsung berkerja dengan giat ( halah), yang ibu-ibu membersihkan tempat untuk RUMBA (Rumah Baca), sedangkan kebanyakan kaum pria bekerja memasang spanduk dan umbul-umbul dibantu juga oleh beberapa warga. walaupun akhirnya umbul-umbulnya dijadiin spanduk, soalnya gak tau klo itu umbul-umbul jadi gak nyiapin bambu deh. abis capek pasang-pasang dan bersih -bersih. makan deh kita, makan yang mantep banget sambelnya…bikin si Heni nambah dua kali, yang kedua kalinya dia ngembat guramenya si bli nyoman/bagik yang dibeli paginya di Malang…hehehehe, tapi tampak lahap kok dia.

setalah makan kita briefing lagi buat acara inti besok sekaligus perkenalan, secara ada beberapa dari panitia juga yang baru ketemu pada saat itu. akhirnya semua udah beres briefing langusng dah menuju barak masing-masing. tapi sementara gw ama mentor-mentor anak TK masih briefing n belajar poligami..eh Origami. dan Tidur deh…yang lucu pada saat gw udah ngegelar sleeping bag yang gw pinjem dari temen gw. ternyata sleeping bagnya kekecilan..kebayang gak make sleeping bag tapi kekecilan (udah bayangin sendiri ajah….dan akhirnya ZZzzzzZZZzzz…..

Bangun pagi langsung deh berangkat ke masjid (cieh soleh banget gw), sholat shubuh abis itu olahraga dikit, gerak-gerakin badan (sorry atlit). Eh taunya bang Bonnie ngajakan ke ke danau Ranu (apa yah namanya lupa gw) abis itu,yang letaknya dibelakang desa ranupani, jadi yah agak jalan dulu. lumayan bagus tapi kayaknya jarang didatengin orang juga. abis balik dari danau itu langsung makan mandi n makan pagi. Bersiap untuk memberikan ilmu dan kesenangan kepada anak-anak TK di desa Ranupani.

20071027_1n1b_bleem_0031.jpgsetelah siap-siap, akhirnya gw ama mbak lulu ngejemput tuh anak-anak TK yang kira-kira jumlahnya 60an orang seh (mungkin 80 lebih ditambah emak n guru mereka). Keceriaan dan antusias udah tampak dari wajah mereka pada saat gw and mbak lulu ngejemput mereka. Gak tau aja mereka mau diapain..hehehehe..

sesampainya disana mbak lulu langsung mengambil alih dan masboed memulai game pertama, yaitu bermain tupai dan pohon. game pertama ini terasa seru banget soalnya anak-anak masih pada bingung, secara masboed jelasinnya cepet and bahasanya ketinggian hehehehhe (soir masboed). Tapi lama kelamaan seru juga…soalnya ibu-ibu dan guru mereka pada ikutan, yah alamat deh rame banget. Setelah maen beberapa session akhirnya berhenti dan ice breaking dengan nyanyi ‘laba-laba kecil’ ditambah gerakan jadi tambah lucu banget deh…anak-anak TK pada seneng semua…

Laba-laba kecil naek pipa air
Ada Hujan turun Laba-laba Jatuh
Matahari datang Hujanpun berhenti
Laba-lana Kecil naek pipa lagi

sehabis nyanyi beberapa kali repetisi, akhirnya mereka dikirim ke postnya letnan gethuk untuk dapet jatah kacang ijo dan beristirahat sejenak setelah capek dikerjain mas-masa dan mbak-mbak gendeng yang nyuruh jadi tupai, pohon n laba-laba. Mungkin dalam hati mereka (orang-yang aneh…halah).

img_9757.jpg abis makan kacang ijo, ibu regina lulu (nama resmi mbak lulu) mengomandoi anak-anak untuk segera berkumpul lagi, karena kita akan bermain dengan balon-balon. sementara mbak lulu sibuk dengan begundalz cilik, daku masboed n hanung niupin balon dan masukin air ke dalam balon buat keperluan game selanjutnya. Game running ball yang harusnya dipimpin oleh masboed, akhirnya dialihkan ke gw. karena menjelang detik-detik keberangkatan masboed jadi instruktur, beliau ternyata ada urusan mendesak dengan sesuatu yang bernama wadah air (watercloset alias wc). Jadilah daku memulai game running ball ini dengan bersemangat. secara untuk ukuran anak TK ini sulit, jadi harus percobaan sampe 3 kali. tapi cukup seru juga soalnya sekali lagi ibu-ibunya makin panas aja … (ini sebenernya game buat anak tk, apa ibunya anak tk seh)..

img_9783.jpg img_9763.jpg

dan game terakhir adaklah permainan crazy baloon..yaitu memberikan balon kepada teman dibelakangnya melalui atas kepala dan melewati selangkangannya secara bergantian. nah yang ini juga gak kalah serunya, karena (udah sering banget) ibunya ikutan megangin tuh balon buat ngasih tau cara yang bener ..hahahahah…(capek deh..). setelah permainan ini selesai akhirnya kita membawa mereka ke pendopo untuk belajar Origami (kali ini bener .. :p).

img_9794.jpgsetelah sampai di pendopo, mulailah kita belajar bermain origami dimulai dari mbak lulu, tapi ditengah-tengah suaranya mbak lulu abis, jadi aku ngegantiin deh. kita bikin 3 origami : angsa, kodok sama tas (klo gak salah).Nah sekali lagi namanya juga anak kecil jadi gak sabaran mulu..hehe…sampe juga ada yang nangis gara-gara gak bisa-bisa tuh ngelipetnyah..hehehe..selain itu..ibu-ibunya juga sangat antusias sekali ngikutin sambil megang kertas juga…(heran, perasaan gak ikut dikasih deh kertasnya..) …

akhirnya setelah berdoa bersama kita bubar deh…pyuhh..akhirnya bisa istirahat…

ada banyak hal yang bisa gw ambil hikmahnya melihat keluguan mereka semua, seakan-akan mereka tuh gak punya beban didunia. mereka aset bangsa yang seharusnya kita jaga dan kita pelihara agar tumbuh dan berkembang dijalan kebenaran degan koridor ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Mungkin keberadaan mereka yang cukup jauh dari kota, bisa saja membuat mereka memiliki keterbatasan terhadap berbagai hal, termasuk akses terhadap ilmu ini. sudah sepatutnyalah kita dan juga pasti pemerintah turut memikirkan keberadaan mereka, supaya bangsa ini tetap bisa menjaga nilai-nilai kehidupan.

Sekali lagi salut buat semua orang yang udah terlibat dalam acara ini, semoga kita tetap bisa mejaga spirit ini, hingga kita tidak mampu lagi melakukannya dengan tangan kita sendiri.

img_9882.jpg

bersambung >> perjalanan to Ranukumbolo

(pictures by hanung and bleem)

4 Responses to “Pesona Aset Bangsa di Ranupani”

  1. Rina 26 November 2007 at 9:45 145b #

    hmmmm…foto2nya jepretan siapa yaa? mau dunk😉

  2. gita 28 November 2007 at 4:22 322b #

    SUMPAH!!!! I GIVE U ALL THE THUMBS IN THE WORLD!!! Duoooooooo segitunya,,, hiperbola banget ya, gue…HEHEHEHE… tapi sumpah Dy, keren banget!!banget!!

  3. dr Arbai 23 November 2008 at 5:16 016b #

    Kalau lihat foto2nya kalian tdk hanya pecinta alam, tapi jg cukup humanis. Gimana kl ikutan partisipasi membantu kelompok peningkatan gizi balita dan kelompok lansia (lanjut usia) desa Ranupani yang telah terbentuk.

  4. mad kh 11 October 2009 at 1:42 042b #

    wah sip deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: