Hikmah Ramadhan dalam kehidupan berorganisasi

17 Oct

Sesungguhnya bulan yang penuh berkah itu telah lewat, maka apakah kita akan menjadi manusia yang lebih baik ketimbang sebelumnya, ataukah kita kembali menjadi manusia yang tidak lebih baik dari pada saat kita ramadhan. Ramadhan seharusnya adalah proses dalam membentuk pribadi-pribadi kita, tanggung-jawab sosial kita, kecerdasan finansial kita, dsb.Didalam ramadhan juga kita digugah semangatnya untuk terus berpacu melawan segala yang halal (makan,minum,bersenggama dengan pasangan) buat kita sampai batas waktu tertentu, Maka apakah semangat itu masih terus berkibar sepeninggal Ramadhan?
Banyak diantara kita, tidak mengambil banyak hikmah dari Ramadhan itu sendiri dan memaknai ramadhan sebagai sebuah ‘hasil’ bukan sebagai sebuah ‘proses’. Ramadhan adalah ‘IOP’ bagi kita sedangkan 11 bulan lainnya adalah ‘Activities’. kita dituntut untuk lebih banyak menggali dan belajar di bulan Ramadhan, the real activities are 11 months after. sehingga banyak pelajaran yang seharusnya akan kita implementasikan pada saat bulan-bulan lainnya.

Mungkin, banyak aktivitas kita yang sempat tertunda pada saat bulan Ramadhan, maka sudah sepantasnyalah kita memiliki semangat yang lebih lagi dari bulan Ramadhan. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita ambil hikmahnya dalam kehidupan kita sebagai seorang organisatoris dan aktivis, terutama sebagai seorang IAASer:

1. Ramadhan mengajarkan kita bagaimana menahan nafsu amarah kita, bahkan Nabi mengajarkan kepada kita ketika ada seseorang yang membuatmu marah, maka ucapkanlah “saya sedang shaum”. Betapa indahnya ketika dalam kehidupan organisasi kita, kita meredam emosi negatif kita pada saat berdiskusi,rapat atau mungkin berdebat tentang suatu hal. Sehingga keputusan-keputusan yang diambilpun, insyaAllah akan barakah dan menyenangkan bagi siapapun yang terlibat, maupun tidak terlibat

2. Ramadhan mengajarkan kita tentang semangat ‘Jannah Oriented’. Dalam bulan ramadhan kita seakan-akan tidak tahu kenapa, ada spirit yang tiba-tiba muncul dalam diri kita untuk selalu beribadah lebih baik lagi. Ada pengharapan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dibulan Ramadhan akan mendapatkan pahal yang berlipatganda. Sehingga semestinya dalam kehidupan berorganisasi kita, kitapun harus memiliki spirit itu, ‘jannah oriented’, melakukan segala sesuatu dengan penuh keikhlasan dan hanya untuk mengharap keridhoan dari Allah SWT, tanpa mengabaikan nilai-nilai sosial yang ada di organisasi kita.

3. Ramadhan mengajarkan kita untuk selalu bersiap diri, Karena kita diperintahkan untuk makan sahur sebelum kita berpuasa. Sahur mengajarkan kita untuk selalu bersiap diri dalam melakukan kebaikan-kebaikan. ‘sahurlah karena dalam sahur itu mengandung berkah’. Maka dari itu ‘Planning’ adalah sebuah keniscayaan dan juga keberkahan bagi kehidupan berorganisasi anda, sebelum anda melakukan segala hal. ‘Fail to plan = plan to fail’ ,’gagal merencanakan = merencanakan gagal’.

4. Ramadhan mengajarkan kita untuk tidak berkeluh kesah,pantang menyerah,pantang berbuat sia-sia. bayangkan, saking mulianya bulan ini, maka setiap perbuatan baik akan dilipatgandakan pahalanya, bahkan digambarkan secara ekstrem, bahwa orang yang tertidur itu aja ibadah dalam bulan Ramadhan. Maka sudah sepatutnya ketiga pantangan ini menjadi slogan buat kita semua “Pantang Berkeluh kesah, Pantang Menyerah, Pantang Berbuat Sia-Sia”. Karena jika ketiga pantangan ini kita jalankan dalam menjalankan aktivitas kita, maka insyaAllah kita akan lebih mudah mengatasi segala hambatan dan rintangan yang menghadang dalam setiap aktivitas keorganisasian kita.

5. Ramadhan mengajarkan kita untuk tetap menyadari sifat ‘manusia’ kita. makanya kenapa kita berpuasa hanya sampai matahari terbenam. sehingga kita diharuskan untuk berbuka setelah itu. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya sehebat apapun kita, kita tetap saja manusia yang memiliki keterbatasan. Pun dalam kehidupan berorganisasi kita, sehebat apapun kita, tetap saja kita memiliki keterbatasan, sehingga harus menyadari sifat ‘kemanusiaan’ kita itu. Nah, fungsi dari sebuah organisasi lah yang nantinya justru akan mengakomodasi semua kemampuan yang dimiliki untuk saling mengisi keterbatasa pada anggota-anggotanya. Sehingga konsep organisai bukanlah membentuk ‘SUPERMAN’ tapi membentuk ‘SUPERTEAM’.

6. Ramadhan mengajarkan kita untuk mengasah nilai sosial kita dengan berzakat. Maka dari itu, sesunggunya setiap pengeluaran yang kalian korbankan dengan ikhlas untuk kepentingan organsasi, insyaAllah itu menjadi Shodaqah yang akan kembali kepada kalian semua. hikmah yang lain adalah, bahwa kehidupan sosial kita sebagai seorang aktivis dan organisatoris sudah seharusnya membuat kita menjadi manusia yang berjiwa sosial tinggi. Peka terhadap kondisi sekitar kita, peka terhadap setiap permasalah yang dihadapai oleh bangsa-negara kita, peka terhadap setiap permasalahan yang menimpa ummat manusia ‘all over the world’. tidak hanya muslim tetapi semua ummat yang menderita.

7. Ramadhan mengajarkan kita untuk merayakan kemenangan dengan sukacita. Setelah menempuh beberapa ujian di bulan Ramadhan maka kita di berikan kebahagiaan oleh Allah SWT untuk merayakan kemenangan tersebut dengan penuh motivasi. Kita diingatkan bahwa setiap kemenangan yang kita raih sesungguhnya adalah karunia Allah, dan sedikit saja atas usaha kita sendiri. Makanya pada saat Idul Fitri 1 syawal,kita sering-sering mengumandangkan takbir. Maka dari itu setiap keberhasilan dan setiap kegagalan yang kita alami dalam organisasi kita, kita harus mengevaluasinya dengan penuh ketawakalan dan Qona’ah (berprasangka baik kepada Allah), untuk kedepannya dijadikan pelajaran buat kita, bukannya saling menyalahkan.

Mungkin, masih banyak lagi, hikmah-hikmah lain yang bisa kita ambil dari bulan Ramadhan untuk kita implementasikan di kehidupan berorganisasi kita. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah tersebut dengan baik dan menjadikannnya sebagai motivasi tersendiri.

Wallahu’alam bi Showab

4 Responses to “Hikmah Ramadhan dalam kehidupan berorganisasi”

  1. suaidi 21 October 2007 at 11:30 030b #

    idur napak kilab ngalam??

    suaidi2007.wordpress.com

  2. idur 22 October 2007 at 12:48 148b #

    udah di malang kok :p

  3. Ellya 28 October 2007 at 11:39 039b #

    “Ramadhan adalah ‘IOP’ bagi kita…” benar2 IAAS bgt. he3.

  4. mayang adelia puspita 7 November 2007 at 11:48 348b #

    Never do today what you can put off till tomorrow..

    Was du heut’ nicht musst besorgen, das verschieb’ getrost auf morgen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: