Ramadhan itu Proses, Bukan Hasil

18 Sep

Bulan Ramadhan emang bulan yang Ajaib, luar biasa. karena acap kali datang selalu saja membawa perubahan. masjid yang tiba-tiba jadi sempit (karena jamaahnya tiba-tiba membludak), orang-orang yang rajin sholat (padahal biasanya bolong-bolong), banyak yang pake peci /jilbab, sampe banyaknya lahan buat nyari nafkah (jualan ta’jil di pinggiran jalan). satu lagi yang hebat, hampir semua stasiun televisi berlomba-lomba bikin program ramadhan dari saur, sampe saur lagi. Semua dilakukan demi menyambut dan menghormati bulan suci ramadhan, diluar alasan lain tentunya (mungkin alasan marketing).

Bahkan sepertinya keajaiban ini gak pandang bulu, liat aja artis-artis yang selama 11 bulan selain bulan ramadhan berpakaian seksi atau kebuka atau kekurangan bahan (halah..!!), di bulan Ramadhan ini hampir semuanya berpakaian tertutup, pake busana muslim, nyumbang sana-nyumbang sini, pergi umroh, sholat ke masjid, dsb. Bagi gw yang orang awam seh ngeliatnya, alhamdulillah, tapi kadang mereka bikin statement yang bikin eneg juga (hehehe), “yah mumpung bulan ramadhan..!!!”.(aji mumpung terus, payah!!) ini menjadi suatu pertanda bahwa, yah emang cuma bisa di bulan ramadhan doank yang kayak gini, 11 bulan berikutnya kembali seperti biasa.

Gw bukannya pengen ngejelek-jelekin artis seh, cuma setidaknya ini menjadi fenomena dikalangan kita bahwa, Ramadhan sekali lagi menjadi sebuah momen yang dipandang secara sempit. karena kita berpikir Ramadhan adalah sebuah tujuan akhir, padahal semestinya ramadhan adalah sebuah proses untuk menuju kebaikan dalam 11 bulan lainnya. Sehingga Ramadhan diibaratkan sebagai sebuah bulan untuk latihan, untuk kompetisi sesungguhnya yang akan dilakukan selama 11 bulan berikutnya. Justru, keberhasilan ramadhan kita akan terlihat pada bulan lainnya. Coba kita simak ayat tentang puasa di Surat Al-baqarah ayat 183 :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Outputnya adalah BERTAKWA, sehingga ketika kita hanya bertaqwa di bulan Ramadhan maka yah….gtu deh, berarti puasanya blom lulus tuh. Makanya kita memang perlu berhati-hati dalam berpuasa, karena puasa di bulan ramadhan kita lakukan hanya untuk Allah. Allah yang menilai langsung puasa ini. Tidak seperti ibadah lainnya yang amalnya akan berpulang untuk kita.

Sekali lagi kita harus menyadari bahwa banyak yang harus kita benahi mengenai puasa kita. Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita untuk menuju kebaikan. Amien.

Met Puasa…

Wallahu’alam bi Showab

5 Responses to “Ramadhan itu Proses, Bukan Hasil”

  1. bambang 24 September 2007 at 2:59 159b #

    makasih udah mampir.

    gw juga mampir neehh… numpang baca-baca.
    skalian izin untuk ng-link-kan blog rudi sama blog bambang yang keren…hehe..
    boleh y?

    ramadhan adalah bulan yang menyediakan oase.

  2. aGus sUtioNo 1 October 2007 at 6:57 157b #

    Assalamu’alaikum WR.WB
    ana setuju ame pendapat ente bung!!!

  3. bee 1 October 2007 at 10:27 127b #

    However, be careful dalam menilai org lain. Apa yg tampak buruk di mata kita (manusia) belom tentu buruk di hadapan Dia. Please, don’t play God. Perluas wawasan, perluas cara berpikir. Someday, gak perlu heran kalo ada preman pasar tapi lebih mulia dari ustadz, di hadapan Tuhan.😉

  4. idur 1 October 2007 at 11:35 135b #

    @ bee : yup, betul. sekali lagi seh, sebenernya tulisan ini bukan membuat judgement buat para artis atau siapapun. cuma mudah-mudahan bisa menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Sesungguhnya hanya Allah yang Maha Adil penghakimannya. Wallahu’alam bi Showab

  5. wawan-eko-yulianto 22 October 2007 at 1:11 111b #

    hmm…. bijak sekali. kalau saya sih, ramadhan itu bulan, bukan proses. hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: