how hard to graduate?

14 Jun

beberapa hari ini, atau mungkin beberapa minggu ini, terasa banget gimana rasanya mau lulus. bukan masalah ngerjain skripsinya yang sulit. tetapi mengurus berkas-berkasnya itu yang jadi bikin kelimpungan. bayangkan sodare (baca:saudara), di era kayak beginian gw harus ngisi form-form yang kurang lebih ada sekitar 1o lembar dengan mesin ketik..hmm, ngebayangin gak seh..secara gw kebanyakan make keyboard kompi (sok keren) eh suruh ngetik pake mesin tik, dah gtu mesin tik yang disediain di jurusan dah abis pitanya. wah alamat kacau deh. belum lagi kalo haru berurusan dengan prosedur (yang sebenernya juga gak rada jelas), harus bolak-balik terus.

terakhir kemaren baru aja dapet dosen penguji. dan harus melewati ketua program studi gw yang kata anak-anak killer. karena sebelum gw dateng ke dia ada adik tingkat gw yang abis konsultasi sama dia, dan keliatannya di bantai (pyuuhh)..menegangkan gak tuh, lha wong suaranya dia sampe kedengaran dari luar ruangan. Bu Rini ini, smang boleh dibilang sosok yang memeliki idealisme yang kuat, meskipun sudah tua. artinya lebih sedikit toleransi, dan fleksebelitasnya rendah terhadap banyak hal, kata orang belanda saklek.

Nah, yang menarik adalah ketika dia mencoba mengajak gw diskusi tentang kedisiplinan, kejujuran para mahasiswa. “peraturan itu dibuat untuk ditaati bukan untuk dilanggar kan?” beliau bilang begitu. “Saya Setuju sekali dengan Ibu” kata gw..lalu menurut ibu kenapa mahasiswa banyak yang melanggar lanjut gw…”itu karena individunya masing-masing”..tapi bukankah individu-individu itu terpengaruh dengan lingkungan sekitar juga bu.”yah itu terserah kamu mau ikut arus apa nggak..”

nah akhirnya neliau menyudahi sendiri diskusi hangat ini. tapi sebenernya banyak hal yang gw setuju banget sama bu Rini ini. Jarang banget lah ada dosen senior yang masih memiliki idealisme kayak dia. Tapi dalam banyak hal, gw sendiri masih belum bisa melihat kalo bu Rini sendiri bisa menerapkan ini pada tataran dosen. secara, beliau ketua program studi. memang banyak hal yang harus dibenahi di jurusan kita sendiri, makanya itu bu, kita seharusnya juga mengerti keadaan-keadaan yang menyebabkan semua ini terjadi, sehingga apa yang ingin kita ubah bukan hanya sekedar keinginan kita secara pribadi, tetapi kesadaran bersama. Mungkin salah satu kelemahan beliau adalah sulit menerima pendapat dari orang lain yang berbeda, walaupun sebenernya memiliki tingkat konstruktivitas yang cukup baik.

semoga segalanya menjadi lebih baik, ketika kita menyadari bahwa kehidupan yang lebih baik itu lebih baik. mulailah dari yang terkecil, mulailah dari diri sendiri, mulailah dari sekarang. semoga berhasil bu Rini..Semangat terus yah

2 Responses to “how hard to graduate?”

  1. mayang 28 July 2007 at 4:32 632b #

    Huehe…namanya masi kuliah mas…we have to follow the rules, termasuk make mesin tik..hehe

    ya pa kl mas nanti dah wisuda ngasi kenang2an ke jurusan, mesin tik listrik?? kan berguna tuh??

  2. rudy 28 July 2007 at 7:34 634b #

    hehe..yah follow di rule tapi yah sekalian mengkritik rule, yang gak genah…:D

    hah..percuma kasih mesin tik listrik juga gak bakalan awet tuh..hehehehe…susah emang, kapan majunya seh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: