<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>blog.idur</title>
	<atom:link href="http://idur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idur.wordpress.com</link>
	<description>kata-kata terakhir idur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Jan 2009 11:02:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='idur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9b8437c7eb0a6988174735ad7d34bf3b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>blog.idur</title>
		<link>http://idur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://idur.wordpress.com/osd.xml" title="blog.idur" />
		<item>
		<title>Vevey, The Peacefull Town</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2008/12/07/vevey/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2008/12/07/vevey/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 07:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[montreaux]]></category>
		<category><![CDATA[swiss]]></category>
		<category><![CDATA[switzerland]]></category>
		<category><![CDATA[vevey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan saya yang satu ini ke sebuah tempat yang cukup menarik bernama Vevey. Vevey merupakan kota kecil di Kanton Vaud yang terletak disebelah utara Danau Geneva. Bahasa resmi yang digunakan dikota ini adalah Bahasa Perancis. Perjalanan dari Kanton Fribourg, tempat saya tinggal ke Vevey memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=148&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perjalanan saya yang satu ini ke sebuah tempat yang cukup menarik bernama Vevey. Vevey merupakan kota kecil di Kanton Vaud yang terletak disebelah utara Danau Geneva. Bahasa resmi yang digunakan dikota ini adalah Bahasa Perancis. Perjalanan dari Kanton Fribourg, tempat saya tinggal ke Vevey memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Kali ini saya diantar oleh seorang petani Swiss, Christian  yang notabene adalah <em>Host</em> dari teman saya. Kami berangkat berempat kesana Christian, Ibnu, saya dan Siswanto, menggunakan jalur <em>Autobahn</em> (Jalan Tol) agar lebih cepat dan mudah.</p>
<p><span id="more-148"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 444px"><img title="Wine Garden" src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02403.jpg" alt="wine garden vevey" width="434" height="315" /><p class="wp-caption-text">wine garden vevey</p></div>
<p>Sebelum keluar dari <em>Autobahn</em> kami sudah bisa merasakan indahnya sekeliling vevey yang dibaluti tanaman anggur. Konon, Vevey adalah salah satu kota penghasil anggur terbaik di Swiss, dan juga murah seperti kata Christian. Tanaman Anggur ini ditaman dilahan yang memiliki kecuraman cukup tajam, mungkin sekitar 40 derajat, kendati begitu para petani anggur disini sangat berpengalaman, sehingga tidak menjadi masalah bagi mereka. Saya lebih terkagum- kagum lagi pada saat melihat hamparan kebun Anggur yang terbentang hijau serta dibawahnya adalah Danau Geneva. Diantara kebun anggur dan Danau itu dipisahkan oleh Jalan raya. Melihatnya dari tempat yang tinggi, rasa-rasanya sungguh luar biasa indahnya.</p>
<p>Disepanjang perjalanan menyusuri vevey, saya melihat cukup banyak juga rumah rumah besar disana. Maklumlah, vevey merupakan tempat favorit bagi banyak orang tidak terkecuali para orang kaya dunia. Beberapa artis terkenal pernah tinggal disana, seperti Charlie Chaplin (Komedian) dan Freddie Mercurie (Vokalis Queen) dan David Bowie. Tidak ketinggalan satu orang pembalap terkenal juga masih tinggal disana sampae saat ini, yaitu Michael Schumacher. Bahkan di Vevey sendiri kita bisa menemukan patung Charlie Chaplin dipinggiran danau. Selain itu Vevey juga merupakan kota dimana Markas penghasil makanan terbesar berada, Nestle.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 379px"><img title="Food Museum - Nestle" src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02456.jpg" alt="Nestle" width="369" height="279" /><p class="wp-caption-text">Nestle</p></div>
<p>Kami berempat menyempatkan diri untuk berjalan jalan sebentar disekitar danau. Seperti kebanyakan tempar pariwisata di Swiss, biasanya setiap hari Minggu selalu ada parade sehingga disana banyak turis berkerumun. Setelah itu kami makan roti batu batu pinggiran danau sebelum akhirnya bergegas untuk pulang. Perjalanan pulang kami melewati Montreaux. Bagi anda penggemar fanatik musik Jazz, pasti tahu tempat ini. Yup, karena di kota ini tiap tahunnya diadakan Festival Musik Jazz tahunan, yang banyak dihadiri oleh musisi Jazz dunia. Hal lain yang menarik adalah Sebuah Casino di Montreaux pernah habis terbakar, yang pada saat itu kebetulan Ritchie Blackmore dan kawan kawan (Deep Purple) berada disana. Sehingga momen ini diabadikan oleh mereka ke dalam sebuah lagu berjudul &#8220;Smoke on the Water&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=148&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2008/12/07/vevey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02403.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wine Garden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02456.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Food Museum - Nestle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Murten &#8211; The Exotic Old Town</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2008/12/06/murten-the-exotic-old-town/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2008/12/06/murten-the-exotic-old-town/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 15:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[Lake]]></category>
		<category><![CDATA[Murten]]></category>
		<category><![CDATA[Old Town]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[swiss]]></category>
		<category><![CDATA[switzerland]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan tempat pariwisata di Swiss selalu menyuguhkan pemandangan alam yang memang sungguh luar biasa indahnya. Saya selalu saja berdecak kagum dan merasa sungguh beruntung bisa berada di Swiss walau hanya sebentar, tidak terkecuali Murten. Murten adalah salah satu kota tua yang paling sering saya kunjungi semasa saya di Swiss. Karena selain kesan old town-nya masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=135&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_136" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-136" style="margin:1px 3px;" title="schloss" src="http://idur.files.wordpress.com/2008/12/schloss.jpg?w=250&#038;h=187" alt="castle" width="250" height="187" /><p class="wp-caption-text">castle</p></div>
<p>Kebanyakan tempat pariwisata di Swiss selalu menyuguhkan pemandangan alam yang memang sungguh luar biasa indahnya. Saya selalu saja berdecak kagum dan merasa sungguh beruntung bisa berada di Swiss walau hanya sebentar, tidak terkecuali Murten. Murten adalah salah satu kota tua yang paling sering saya kunjungi semasa saya di Swiss. Karena selain kesan <em>old town</em>-nya masih sangat kental, kota ini juga tidak jauh dari tempat saya tinggal. Saya biasanya bersepeda bersama teman saya dari Tajikistan,  Firuz. Waktu yang ditempuh dari tempat tinggal saya di Lurtigen ke Murten sekitar 20 &#8211; 30 menit, menggunakan sepeda. Cukup dekatkan? tapi jangan salah, itu karena jalannya menurun, jadi kalau pulang, hmm .. mungkin bisa sekitar 45 menit lebih.</p>
<p><span id="more-135"></span>Murten atau dikenal juga dengan nama Morat (dalam bahasa Perancis) terletak di Kanton Fribourg. Kota ini memiliki keunikan tersendiri bagi saya, karena banyak hal yang bisa kita jumpai demi memanjakan mata kita. Hal pertama adalah disini kita bisa melihat pemandangan kota tua yang masih tertata rapi dan masih terlihat orisinil, tapi bukan hanya sekedar itu saja di kota tua ini juga masih terdapat kastil yang dulu digunakan sebagai tempat tinggal <em>Duke of  Zaehringen</em>, yang konon merupakan orang pertama yang menemukan kota ini sekitar 8 abad yang lalu. Di kota tua ini juga kita bisa melihat ada beberapa menara yang masih berdiri kokoh.</p>
<div id="attachment_139" class="wp-caption alignleft" style="width: 262px"><img class="size-full wp-image-139" style="margin:1px 3px;" title="lake" src="http://idur.files.wordpress.com/2008/12/lake.jpg?w=252&#038;h=204" alt="Danau Murten" width="252" height="204" /><p class="wp-caption-text">Danau Murten</p></div>
<p>Bagi saya Murten juga <em>Pedestrian Town, </em>karena sangat nyaman berjalan disekitar kota ini.  Selain nyaman, suasana disekitar juga sangat menyenangkan untuk dilihat. Satu lagi yang menarik dari Murten adalah Danaunya, <em>Murtensee</em> atau <em>Lac de Morat</em>.  Danau Murten adalah salah satu danau yang Indah di Swiss, walaupun tidak sebesar danau lain seperti Danau Geneva atau Neuchatel. Menyambung tentang <em>Pedestrian Town</em> tadi, disepanjang danau ini anda bisa berjalan sambil menikmati pemandangan danau yang indah ini. Atau kalau anda capek bisa juga duduk &#8211; duduk di sekitar danau sambil menikmati cemilan yang anda bawa.</p>
<div id="attachment_140" class="wp-caption alignright" style="width: 279px"><img class="size-full wp-image-140" style="margin:1px 3px;" title="bertiga" src="http://idur.files.wordpress.com/2008/12/bertiga.jpg?w=269&#038;h=202" alt="Ibnu, Dery and Me" width="269" height="202" /><p class="wp-caption-text">Ibnu, Dery and Me</p></div>
<p>Pada saat musim panas, banyak orang dari berbagai daerah di Swiss dan Negara lain datang untuk berenang disini dan juga yang pasti berjemur. Airnya cukup menyegarkan memang saat musim panas, tapi yang penting jangan berenang terlalu jauh, karena disekitar situ juga cukup banyak kapal kapal yang lalu lalang. Sebelum pulang ke Indonesia, saya sempet sekali ke danau ini pada musim gugur bersama teman teman Indonesia saya, Dery,Robby dan Ibnu. Hawanya memang agak sudah mulai dingin, sekitar 15 derajat. Tapi justru kita malah bisa sempet duduk menikmati pemandangan sekitar danau disebuah Kafe dipinggiran danau.</p>
<p>Saya juga teringat pada tanggal 1 Agustus juga selalu diadakan Parade Marching Band dan juga Pesta Kembang Api di Danau Murten untuk merayakan Hari Jadi Negara Swiss. Kebetulan boss saya di sana punya saudara di Murten yang rumahnya didaerah agak tinggi, sehingga kita bisa melihat Pesta Kembang Api dari rumahnya.</p>
<p>Sebelum pulang anda juga bisa melihat-lihat beberapa toko souvenir yang ada disana, dari mulai pernak pernik, baju, bendera dan lain lain. Murten biasanya ramai dikunjungi orang pada hari Sabtu dan Minggu. dan biasanya pada hari sabtu dan Minggu ada beberapa pertunjukkan musik dijalan.  Selain itu juga ada pasar kaget tiap sabtu pagi.</p>
<p>Untuk akses ke Murten ini, anda tidak perlu bersusah payah karena ada kereta dan Bis yang bisa anda tumpangi untuk sampai disana. Jadi jika anda berkesempatan mengunjungi Swiss, Murten mungkin adalah salah satu tempat yang patut untuk anda kunjungi, Sebuah Kota Tua yang Eksotis.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=135&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2008/12/06/murten-the-exotic-old-town/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idur.files.wordpress.com/2008/12/schloss.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">schloss</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idur.files.wordpress.com/2008/12/lake.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lake</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idur.files.wordpress.com/2008/12/bertiga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bertiga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Dapur Keju Kesohor di Swiss</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2008/10/12/mengintip-dapur-keju-kesohor-di-swiss/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2008/10/12/mengintip-dapur-keju-kesohor-di-swiss/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 19:06:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay]]></category>
		<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[agribusiness]]></category>
		<category><![CDATA[cheese]]></category>
		<category><![CDATA[cow]]></category>
		<category><![CDATA[gruyere]]></category>
		<category><![CDATA[keju]]></category>
		<category><![CDATA[swiss]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Selain terkenal dengan jajaran pegunungan alpennya, swiss juga negara yang terkenal dengan cokelat dan kejunya. Gruyere adalah salah satu distrik di Kanton (propinsi) Fribourg di Swiss yang terkenal dengan pembuatan kejunya, sekaligus dijadikan nama keju yang terkenal itu. La Maison du Gruyere (Demonstration Cheese-Dairy), adalah nama tempat di Gruyere yang membuat bakalan membuat rasa penasaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=127&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="wp-caption alignleft" style="width: 252px"><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=DSC02914.jpg" target="_blank"><img style="border:0 none;" title="Gruyere Cows" src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02914.jpg" border="0" alt="gruyere" width="242" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Gruyere</p></div>
<p>Selain terkenal dengan jajaran pegunungan alpennya, swiss juga negara yang terkenal dengan cokelat dan kejunya. Gruyere adalah salah satu distrik di Kanton (propinsi) Fribourg di Swiss yang terkenal dengan pembuatan kejunya, sekaligus dijadikan nama keju yang terkenal itu. <em>La Maison du Gruyere</em> (Demonstration Cheese-Dairy), adalah nama tempat di Gruyere yang membuat bakalan membuat rasa penasaran kita tentang bagaimana proses pembuatan keju. Untuk masuk ke dalam <em>La Maison du Gruyere </em>ini, kita cukup membayar tiket 7 CHF (Swiss Frank) atau sekitar 4,7 euro plus diberi keju untuk kita cicipi sambil menghilangkan rasa penasaran kita bagaimana membuat keju disini.</p>
<p><span id="more-127"></span></p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 238px"><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=DSC02900.jpg" target="_blank"><img style="border:0 none;" title="headset" src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02900.jpg" border="0" alt="headset" width="228" height="170" /></a><p class="wp-caption-text">headset guide</p></div>
<p>Apakah ada seorang pemandu disana yang akan menemani kita berkeliling? jawabannya &#8220;tidak!&#8221;. Tapi tenang ,setiap pengunjung yang masuk akan diberikan satu buah headset untuk menjadi pemandu kita selama berkeliling. headset ini bentuknya seperti <em>remote control</em> yang nanti akan menjelaskan setiap keterangan yang ada pada gambar,video, tulisan serta alat alat yang digunakan dalam proses pembuatan keju ini. Ada 6 pilihan bahasa yang bisa kita pilih Perancis, Jerman,Italy,Spanyol, Jepang dan Inggris. Tur ini diawali dari cerita bagaimana mereka memelihara sapi sapi mereka dengan baik untuk bisa menghasilkan susu yang baik sehingga nantinya keju yang dihasilkan juga berkualitas. Awal-awal tur kita akan disuguhkan berbagai macam gambar tentang pemeliharaan sapi. Setelah itu kita akan melihat dapur yang sebenernya, serta alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan keju.Sayangnya pada saat saya berkunjung kesana, hari sudah sore, jadi saya tidak bisa melihat proses pembuatan keju tersebut secara langsung. Namun saya juga tidak kecewa karena disana tetap ada video yang menggambarkan tentang bagaimana proses pembuatan keju ditempat itu, dipandu oleh alat yang sedari tadi saya bawa tentunya.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 233px"><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=DSC02908-1.jpg" target="_blank"><img style="border:0 none;" src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02908-1.jpg" border="0" alt="cheese baker" width="223" height="165" /></a><p class="wp-caption-text">process</p></div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=DSC02907.jpg" target="_blank"><img style="border:0 none;" src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02907.jpg" border="0" alt="cheese maker" width="220" height="165" /></a><p class="wp-caption-text">process</p></div>
<p>Setelah beberapa menit berkeliling dan diberi penjelasan tentang beberapa proses pembuatan keju, diakhir akhir tur kita juga bisa menguji pengetahuan yang baru saja kita dapat melalui <em>interactive games </em>yang berupa kuis. Pertanyaannya seputar info info yang baru saja kita dapatkan dalam tur tersebut. Tebak saja, apakah anda benar benar mengikui tur ini dengan baik. Setelah itu kita bisa keluar dan Kalau anda ingin mencoba segala macam makanan yang salah satu bahan utamanya adalah keju, disini juga ada restaurant yang menyediakan makanan tersebut. Selain itu, anda juga bisa membeli berbagai souvenir dari Gruyere.</p>
<p>Memang bukan Tur yang memakan waktu lama, tetapi cukup menghilangkan rasa penasaran saya tentang bagaimana proses pembuatan keju. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan yah, walaupun begitu sekarang keju keju sudah di proses secara modern. Tidak membutuhkan banyak orang lagi untuk mengerjakan semua proses itu.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 445px"><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=DSC02912.jpg" target="_blank"><img style="border:0 none;" title="Cheese After Process" src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02912.jpg" border="0" alt="Photobucket" width="435" height="277" /></a><p class="wp-caption-text">Cheese After Process</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=127&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2008/10/12/mengintip-dapur-keju-kesohor-di-swiss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02914.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gruyere Cows</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02900.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">headset</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02908-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cheese baker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02907.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cheese maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/DSC02912.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cheese After Process</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gornergrat &#8211; Zermatt, Menerawang Exotisme Jajaran Pegunungan Alpen</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2008/10/11/gornergrat-zermatt-menerawang-exotisme-jajaran-pegunungan-alpen/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2008/10/11/gornergrat-zermatt-menerawang-exotisme-jajaran-pegunungan-alpen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 06:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[alpen]]></category>
		<category><![CDATA[gornergrat]]></category>
		<category><![CDATA[iaas]]></category>
		<category><![CDATA[swiss]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Enggak kerasa udah 3 bulan lebih satu minggu tinggal di Swiss.  Beberapa tempat udah aku kunjungi dari mulai kota, sungai,danau,gunung. Semuanya selalu membuat aku tercengang dari cara mereka menata pariwisata mereka. Bahkan kalo aku bilang everyplace is tourism destination. Indah banget negara Swiss ini. Swiss memang salah satu negara tujuan pariwisata seh. Aku inget betul, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=119&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Enggak kerasa udah 3 bulan lebih satu minggu tinggal di Swiss.  Beberapa tempat udah aku kunjungi dari mulai kota, sungai,danau,gunung. Semuanya selalu membuat aku tercengang dari cara mereka menata pariwisata mereka. Bahkan kalo aku bilang <em>everyplace is tourism destination.</em> Indah banget negara Swiss ini. Swiss memang salah satu negara tujuan pariwisata seh. Aku inget betul, waktu awal awal dateng kesini, waktu itu lagi <em>summer, </em>banyak mobil dari luar swiss (liat dari platnya) dateng ke Swiss untuk berlibur. Bahkan di hari terakhir liburan musim panas antrian kendaraan ditunnel perbatasan bisa berbelas-belas kilometer karena pada pulang bersamaan, malahan aku denger di radio macet sampe 7 jam.</p>
<p><span id="more-119"></span>Emang <em>kagak pernah ada matinye kalo ngomongin soal Swiss (neh kenapa miring terus tulisannya, udah balik lagi!!!!). </em>Tapi kalo blom ke Alpen, kayaknya rudi, eh rugi juga rasanya ke Swiss. hehhee..secara gtu loh (halah norak banget bahasanya yak)&#8230;Swiss selalu terkenal dengan jajaran puncak Alpennya. Nah setelah sebelumnya daku mengunjungi Saint Bernard, sekarang alhamdulillah aku berkesempatan untuk melongok salah satu puncak Alpen yang melegenda, Matterhorn. Gak tau yah, ya udah search aja dulu di google kalo mau lebih jelas. Puncak Matterhorn adalah salahsatu pucak yang terkenal di Switzerland setelah Jungfrau. Matterhorn ini sangat terkenal karena biasa digunakan dalam beberapa kemasan cokelat, salah satu yang mungkin terkenal di Indonesia adalah TOBLERONE, nah di Toblerone itu ada siluet puncak gunung Alpen, nah itu dia Puncak Matterhorn. (pasti pada bilang Owww..itu tohh). Kayaknya bakalan lebih seru kalo aku cerita dari mulai awal berangkat aja kali yah&#8230;</p>
<p>Jadi kita berangkat berlima dari Fribourg naek kereta. Fritz,Fritz,Markus,Firuz sama daku (Fritznya emang ada dua, itu bukan salah ketik). Untungnya juga karena kita dapet beli <em>Tageskarten (</em>tiket seharian mau kemana aja bebas<em>) </em>dari <em>Gemainde (village)</em> dengan harga cuma 30 Franken (liat sendiri di Kurs rupiahnya yah). PIlihannya emang lebih enak naek kereta, pertama karena gak buang tenaga untuk nyetir, kedua ongkos bensin lebih mahal dari 30 Franken, ketiga di Zermatt, desa tujuan kita ini gak boleh ada mobil yang masuk. jadi kita harus parkir satu desa sebelum Zermatt. Dari stasiun Gummenen kita berangkat ke Bern jam setengah 8, dari Bern kita lanjut lagi ke Visp naek Inter Regio. sesampainya di Visp kita naek kereta khusus yang ke arah Zermatt. Sepanjang perjalanan ke Zermatt kami disuguhi pemandangan yang luar biasa pegunungan, dan keindahan dataran tinggi yang selalu saja dihiasi binatang ternak dan hijaunya alam Swiss. Setelah kurang lebih naek kereta selama 1 jam, akhirnya sampai juga kita di Zermatt. Zermatt memang desa yang cukup terkenal di seantero Eropa, gara-gara dikunjungi pertama kali oleh seorang <em>glacier explorer</em> bernama professor james david Forbes dari Scotland pada tahun 1842. Sejak itu dari mulai Zermatt sampai ke Gorgergrat, menjadi tujuan wisata yang gak pernah sepi dari pengunjung.</p>
<p>Sesampainya di Zermatt, bener ternyata; bahwa semua kendaraan disini hanya kendaraan elektrik dan kuda aja, kecuali kendaraan polisi sama pemadam kebakaran yang pake bahan bakar minyak. Hal ini memang sengaja diberlakukan agar tetap menjaga Zermatt dari polusi karena kendaraan. Nah dari Zermatt, kami haru masih naek kereta lagi ke gornegrat, itu berarti naek kereta ke atas gunung yang kemiringannya..hmm berapa yah, salut deh sama orang orang sini. sekali lagi mereka memang menata infrastruktur pariwisatanya sangat hebat. perjalanan dari Zermatt ke Gornegrat memakan waktu kurang lebih 30 menit, bisa ditebak, sepanjang perjalanan kami sudah bisa melihat jajaran pegunungan Alpen yang begitu menakjubkan, aku sendiri gak hafal namanya apa aja, hehehehe..</p>
<p><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=IMG_1478.jpg" target="_blank"><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1478.jpg" border="0" alt="me and firuz" /></a></p>
<p>Gornegrat adalah tempat terakhir yang bisa dicapai oleh kereta dari Zermatt. Gornegrat berada di ketinggian 10210 kaki. dari sini kita bisa melihat beberapa jajaran pegunungan Alpen yang sangat menakjubkan. Pertama kali turun dari kereta, kita langsung bisa melihat pucak Matterhorn dengan jelas. Tapi kali ini karena perjalanan hanya satu hari saja, jadi gak ada deh tuh acara ke puncak Matterhorn segala&#8230;hehehe, selain itu ada  titik tertinggi dari Swiss disini yang dinamalan <em>Dufourspitze. </em>Seperti yang aku udah bilang sebelumnya, puncak Matterhorn ini sangat terkenal karena dijadikan logo dari beberapa kemasan cokelat yang diproduksi dari Swiss. Setiap tahunnya juga banyak CLimber -climber dunia yang mencoba mendaki puncak matterhorn ini. Selain itu di Gornergrat, banyak para pemain ski yang latihan dan tiap tahunnya diadakan kejuaraan ski disini.</p>
<p><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=IMG_1416.jpg" target="_blank"><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1416.jpg" border="0" alt="Matterhorn" /></a></p>
<p>karena perjalanan yang cukup panjang dari rumah ke Gornergrat akhirnya kita makan siang dipuncak sini. Di Gorgergrat ini ada sebuah hotel dan rumah makan yang sangat nyaman, gak bakalan kelaperan walaupun berada di ketinggian 10ribu kaki, hehehe&#8230;. disajikan secara prasmanan alias self service..tapi yang bikin lebih kaget lagi pas ada tulisan..<strong><em>sambal oelek</em>.. </strong>wakakak, sekedar info aja..sambel oelek ini emang cukup terkenal di Eropa, dan kebanyakan dibawa dari belanda..tapi anehnya malahan juga kebanyakan sambel oelek malah diimport dari thailand kalo disini..hehehe, ya sudahlah pokoknya setelah kenyang, kita memulai lagi untuk melihat lihat sekeliling&#8230;gak ada bosen bosennya emang melihat karya agung ciptaan Tuhan ini&#8230; aku sangat bersyukur sekali bisa dikasih kesempatan melihat hal hal indah seperti ini&#8230;</p>
<p><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=IMG_1490.jpg" target="_blank"><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1490.jpg" border="0" alt="me and Matterhorn" /></a></p>
<p>setelah puas foto foto, akhirnya kita turun lagi ke Zermatt disana sempet jalan jalan dulu, Jalan disana memang diperuntukkan untuk turis, karena tidak adak kendaraan kecuali mobil elektrik yang tidak terlalu besar, jadi kita berjalan semau kita di tengah jalan, paling di klaksonin aja klo ada yang mau lewat&#8230;ada beberapa souvenir yang bisa kamu beli dsini, tapi berhubung aku gak bawa duit (<em>gak punya deng</em>, wekekeke) ya udah cuma liat liat aja..</p>
<p><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=IMG_1408.jpg" target="_blank"><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1408.jpg" border="0" alt="other Alpen" /></a></p>
<p><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=IMG_1406.jpg" target="_blank"><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1406.jpg" border="0" alt="Dufourspitze" /></a></p>
<p><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=IMG_1425.jpg" target="_blank"><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1425.jpg" border="0" alt="Alpen" /></a></p>
<p><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=IMG_1421.jpg" target="_blank"><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1421.jpg" border="0" alt="Schwarzsee" /></a></p>
<p><a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/?action=view&amp;current=IMG_1410.jpg" target="_blank"><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1410.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></a></p>
<p>more pictures please go to my <a href="http://s70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/" target="_blank">photobucket</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=119&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2008/10/11/gornergrat-zermatt-menerawang-exotisme-jajaran-pegunungan-alpen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1478.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">me and firuz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1416.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Matterhorn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1490.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">me and Matterhorn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1408.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">other Alpen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1406.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dufourspitze</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1425.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Alpen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1421.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Schwarzsee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i70.photobucket.com/albums/i86/rudyrahadian/IMG_1410.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photobucket</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Swiss dan Tembakau</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2008/10/05/swiss-dan-tembakau/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2008/10/05/swiss-dan-tembakau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 07:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[swiss]]></category>
		<category><![CDATA[tabac]]></category>
		<category><![CDATA[tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[tobacco]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Tembakau merupakan salah satu komoditas yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Komoditas ini selalu saja menjadi kontroversial terutama jika dikaitkan dengan dunia kesehatan. Tapi terlepas dari itu semua, tembakau sebagai salah satu komoditi pertanian menjadi salah satu andalan pemasukan petani di Swiss. Sejak beberapa tahun lalu di Swiss, Parlemen mengadakan pembahasan ulang terhadap tanaman tembakau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=117&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tembakau merupakan salah satu komoditas yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Komoditas ini selalu saja menjadi kontroversial terutama jika dikaitkan dengan dunia kesehatan. Tapi terlepas dari itu semua, tembakau sebagai salah satu komoditi pertanian menjadi salah satu andalan pemasukan petani di Swiss. Sejak beberapa tahun lalu di Swiss, Parlemen mengadakan pembahasan ulang terhadap tanaman tembakau di Swiss, apakah bisa diteruskan atau dikurangi, atau bahkan mungkin ditiadakan. Namun berita terakhir yang saya tahu, Parlemen Swiss memutuskan bahwa pertanian tembaku di swiss boleh dilanjutkan kembali. Saya bisa mengerti keresahan para petani tembakau disini, karena sebagian besar penghasilan mereka berasal dari pendapatan tanaman tembakau mereka (sekitar 30-50%).</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-117"></span><span lang="DE">Tembakau telah ditanam di Swiss sekitar lebih dari 300 tahun yang lalu. Catatan pertama tentang adanya lahan tembakau ditemukan pada tahun 1680 di daerah Basel dan beberapa tahun kemudian di Kanton Tessin. Selama Perang dunia II, produksi tembakau lokal menjadi sangat penting, karena tidak ada impor dari negara luar Swiss. Dari tahun 1930 – 1946 lahan yang ditanami tembakau meningkat dari 780 Ha menjadi 1450 Ha. Setelah Perang, Lahan tersebut menurun lagi secara terus menerus. Pada tahun 2007 hanya 520 Ha yang tumbuh, utamanya pada pertanian keluarga dengan rata rata per petani memiliki 2 Ha. </span>Lahan utama dari pertanian tembakau Swiss berada di area-area dimana penduduknya Berbahasa Perancis (90%). Kira- kira 80 % darilahan tersebut ditanami tembakau Burley dan 20% lainnya dengan tembakau <span> </span><em>flue-cured (virginia).</em></p>
<p class="MsoNormal">Produksi Tembakau di Swiss di koordinasi oleh <em>Federal Custom Authority </em>bukan oleh <span> </span><em>Federal Office of Agriculture </em>seperti produk pertanian lainnya. Badan Federal<span> </span>mengatur<span> </span>industry manufaktur untuk pembelian komoditi tembakau maksimum 1000 Ha (berdasarkan undang undang tentang Perpajakan tembakau 641.311, pasal 27 dan 28). Berdasarkan konvensi terbaru natara SOTA (Lembaga Kerjasama Pembelian Tembakau Swiss) dengan SwissTabac (Federasi Petani tembakau Swiss) yang ditandatangani pada tahun 2003, lahan dan kuantitas lahan untuk tembakau Burley dan Virginia ditentukan setiap tahunnya.</p>
<p class="MsoNormal">Badan Federal menentukan harga tembakau berdasarkan tipe dan kualitasnya, juga biaya untuk pemrosesan tembakau. Ada tiga kebijakan yang mengatur tentang produksi tembakau, termasuk <em>support fund </em>dan <em>prevention fund </em>buat petani. Tiga kebijakan itu antara lain adalah:</p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Keputusan tentang Perpajakan Tembakau 641.311, pasal 21-25, mengatur tentang modalitas untuk pembelian tembakau. <span lang="DE">Diartikan komisi pembelian terdiri dari 2 orang ahli dari industri dan 2 orang ahli dari petani. Pada tahun 2005 SOTA dan SwissTabac setuju untuk hanya menempatkan satu orang ahli dari bidang industri yang setara dengan dua suara. Komisi ini menilai kualitas dari tembakau (3 kelas)</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span lang="DE">Keputusan mengenai Produksi dan Harga pembelian 916.116.4 mengatur tentang harga yang harus dibayarkan kepada petani (5,50 – 17,40 Frank/kg) dan mereka dibayar oleh industri (1,00-4,50 Frank/Kg). Perbedaan antara harga petani dan yang dibayarkan oleh industri adalah biaya yang diberikan oleh diindustri diperuntukkan untuk dana pengembangan tembakau nasional. </span></li>
<li><!--[if !supportLists]-->Keputusan tahun 1995 tentang Dukungan untuk Harga Petani. Dikelola oleh SOTA dan diawasi oleh Federal Custom Authority. Didanai oleh 2,6 sen dari tiap pak (20 batang rokok) yang terjual di Swiss dan pembelian tembakau oleh industri. Sejak oktober 2003, 2, 6 sen dari penjualan per pak (20 batang rokok) juga diperuntukkan untuk dana kampanye anti merokok (dibawah control Swiss Federal Office of Public Health). <span lang="DE">Terkesan aneh yah?? Tapi begitulah kompensasi yang mereka berikan, patut ditiru oleh banyak negara didunia.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span lang="DE">Petani tembakau sebenarnya mendapatkan 80% pembayarannya satu bulan setelah dia mengirimkan tembakaunya ke SOTA, dan akan mendapatkan 20% dari sisa pada saat musim pembelian berakhir. Jika terjadi suatu hal, (misalnya penjualan rokok yang menurut tajam dan terlalu banyak tembakau) dan keuangan tidak mencukupi untuk membayar petani, cara pembayaran bisa berubah, dan jika diperlukan pengurangan harga sangat dimungkinkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="DE">Sejak musim tanam 2007, SwissTabac dan SOTA telah memulai system control yang ketat terhadap residu pestisida pada semua tembakau yang dikirim oleh petani; untuk menghindari kelebihan residu sesuai MRL (Maximum Residue Level) atau residu dari pestisida yang tidak terdaftar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="DE"> </span>(as explained by Alber Gernot, Secretary General of SOTA)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=117&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2008/10/05/swiss-dan-tembakau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Pertanian Swiss (Direktzahlungen)</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2008/10/04/belajar-dari-pertanian-swiss-direktzahlungen/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2008/10/04/belajar-dari-pertanian-swiss-direktzahlungen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 08:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[direct payment]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[swiss]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Swiss merupakan salah satu negara dengan tingkat taraf hidup yang tinggi, bahkan dibandingkan dengan negara negara di eropa sekalipun. Negara dengan luas kurang lebih 41,285 Km2  ini memiliki populasi penduduk sekitar 7 juta orang. Dari jumlah penduduk tersebut  diperkirakan hanya 3 % dari mereka hidup sebagai petani. Walaupun begitu, Pertanian di Swiss digolongkan sebagai primary [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=103&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Swiss merupakan salah satu negara dengan tingkat taraf hidup yang tinggi, bahkan dibandingkan dengan negara negara di eropa sekalipun. Negara dengan luas kurang lebih 41,285 Km2  ini memiliki populasi penduduk sekitar 7 juta orang. Dari jumlah penduduk tersebut  diperkirakan hanya 3 % dari mereka hidup sebagai petani. Walaupun begitu, Pertanian di Swiss digolongkan sebagai <em>primary sector of Switzerland Economic</em> dan sangat didukung oleh pemerintah.  Sejak pembentukan Uni Eropa  (European Union), Banyak negara yang tergabung mengalami guncangan dibidang moneter dan perekonomian mereka, dikarenakan penyesuaian nilai tukar mata uang mereka ke Euro. Swiss sendiri bukan negara yang tergabung dalam Uni Eropa sampai saat ini (Oktober 2008), namun imbas dari pembentukan Uni Eropa tersebut dirasakan cukup berarti bagi perekonomian dan pertanian di negara Swiss. <span id="more-103"></span>Harga harga kebutuhan pokok naik, dan harga penjualan produk pertanian semakin menurun. Karena  sebagian besar penjualan produk pertanian di Swiss disubsidi oleh pemerintah, maka bias dipastikan harga penjualan mereka selalu diatas rata-rata negara di Eropa, atau bahkan didunia. Akhirnya, WTO memaksa pemerintah Swiss untuk mencabut subsidi harga produk pertanian ini, Sehingga saat ini harga harga produk pertanian di pasaran semakin menurun. Tetapi pemerintah Swiss sekarang mengalihkan dana tersebut untuk program <em>Direktzahlungen</em> (pemberian uang tunai). Program pemberian uang tunai ini akhirnya menjadi salah satu pemasukan tetap dan biasanya memiliki presentase yang cukup besar bagi penghasilan petani.</p>
<p>Program <em>Direktzahlungen</em> ini tentu saja bukan tanpa syarat. Jangan sekali kali membandingkan dengan program Directpayment yang ada di Indonesia, karena walaupun namanya sama, sistemnya sangat berbeda. Selain itu kontrol dari pemerintah juga sangat ketat. Sistem <em>Direktzhalungen </em>ini memiliki prosedur yang khusus serta diatur oleh regulasi dengan sangat detil. Pemberian <em>Direktzahlungen</em> berdasarkan pada jumlah area yang dimiliki oleh petani dengan kriteria tertentu. Namun tidak semua petani yang memiliki lahan dapat menerima pembayaran dari program ini. Untuk bisa mendapatkan pembayaran dari program ini, petani diharuskan untuk mengisi dan mengajukan aplikasi permohonan program ini kepada pemerintah. Aplikasi tersebut kurang lebih berisi tentang profil usaha pertanian mereka, antara lain:</p>
<ol>
<li>Luas Lahan</li>
<li>Produk yang dimiliki pada musim tahun sebelumnya dan tahun ini.</li>
<li>Penggunaan Pestisida dan Pupuk (N,K2O,P)</li>
<li>Binatang peliharaan dan cara pemeliharaannya (dikandang atau setiap saat diluar)</li>
</ol>
<p>Selain itu petani juga diwajibkan untuk memiliki <em>buchhaltung</em> (bookkeeping) atau pembukuan terhadap usaha tani yang dijalankannya selama satu tahun. Sehingga pada saat ada pemeriksaan mereka akan memiliki bukti akan semua aktivitas bertani mereka selama satu tahun. Jika pada saat pemeriksaan terdapat kejanggalan atau bahkan tidak memiliki pembukuan maka petani tersebut tidak akan mendapatkan pembayaran.<br />
Ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang petani untuk bisa mengajukan program <em>Direktzahlungen</em> ini, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Mengajukan permohonan maksimal per tanggal 31 Agustus setiap tahunnya untuk tahun berikutnya</li>
<li>Bukan seorang yang bekerja dibidang yuridis, pegawai pemerintah (pusat,provinsi maupun daerah)</li>
<li>Bukan tanah milik pemerintah (kecuali yang disewa)</li>
<li>Petani harus memiliki minimal diplom dibidang pertanian (dari program <em>berufslehre</em> / apprenticeships)</li>
<li>Petani yang memiliki area lebih dari 3 Ha, harus menanam sekurang kurangnya  4 produk pertanian yang berbeda.</li>
<li>Batas maksimum usia petani adalah 65 tahun</li>
<li>Pembayaran 100 % diberikan untuk petani yang memiliki lahan maksimum 30 Ha.</li>
<li>Minimum pekerja  0,25 (disesuaikan dengan Standard Pekerja)</li>
<li>Minimum 50 % dari jumlah pekerja adalah berasal dari Keluarga sendiri.</li>
</ol>
<p>Besaran pembayaran akan sangat bergantung pada produk pertanian yang dimiliki tiap tahunnya dan juga program yang dipilih oleh para petani. Tetapi secara umum petani akan mendapatkan sekitar 1080 Franken per Hektar per tahun untuk lahan yang dimilikinya dan mendapatkan 450 Franken untuk lahan yang tidak ditanami produk (digunakan sebagai ecological area). Untuk binatang ternak seperti Sapi, Kuda, Bison, Kambing dan Domba (susu) petani mendapatkan 860 <em>Franken </em>per satuan binatang ternak (1 sapi sebanding dengan 3 kambing, dsb). Namun khusus untuk binatang ternak ada beberapa syarat tambahan yang juga harus dipenuhi seperti jumlah minimal kepemilikan binatang, usia binatang ternak,  makanan, tempat tinggal, dsb.</p>
<p>Pembayaran tersebut adalah Basic payment, mereka akan mendapatkan tambahan lagi jika mereka memiliki kualifikasi tertentu. Misalnya jika mereka menggunakan lahannya sebagai lahan ekologi (tanami pohon, atau rumput saja), atau untuk yang memiliki binatang ternak didaerah pegunungan yang cukup tinggi mereka akan mendapatkan tambahan pembayaran dari sistem <em>Direktzahlungen</em> ini.<br />
Jadi kira kira bisa dibayangkan bahwa bantuan dari pemerintah ini sangat berarti bagi para petani di Swiss. Salah seorang petani yang saya kenal dekat di Swiss memberikan gambaran dan penjelasan tentang semua hal tersebut diatas dengan sangat antusias. Dia memiliki lahan sekitar 18 Ha dan mendapatkan kira –kira 23 % dari total pendapatannya per tahun dari <em>Direktzahlungen</em> ini.  Tetapi dia juga menjelaskan, walaupun program semacam ini telah berjalan dengan baik, akan tetapi tekanan dari dunia luar, terutama Uni Eropa semakin kuat. Bermacam produk pertanian dari negara-negara Uni Eropa semakin membanjiri pasaran Swiss. Mereka memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan produk lokal Swiss, walaupun dengan kualitas yang sama. Saya sendiri melihat dengan jelas betapa produk dari Italy, Jerman dan negara lain membanjiri supermarket supermarket di Swiss ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=103&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2008/10/04/belajar-dari-pertanian-swiss-direktzahlungen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Komunitas Petani berbasis Teknologi Informasi</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2008/10/03/membangun-komunitas-petani-berbasis-teknologi-informasi/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2008/10/03/membangun-komunitas-petani-berbasis-teknologi-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 08:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Dunia pertanian adalah dunia yang tidak pernah terpisahkan dari negara Indonesia.  Sebagai Negara agraris, Indonesia memiliki banyak sumberdaya alam yang sebenarnya merupakan aset utama dalam perjalanan pembangunan bangsa ini.  Namun sayangnya berbagai elemen tampaknya tidak peduli dengan keberadaan pertanian kita saat ini. Berbagai lahan pertanian diubah menjadi bangunan bangunan yang bersifat komersial. Generasi mudapun nampaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=91&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dunia pertanian adalah dunia yang tidak pernah terpisahkan dari negara Indonesia.  Sebagai Negara agraris, Indonesia memiliki banyak sumberdaya alam yang sebenarnya merupakan aset utama dalam perjalanan pembangunan bangsa ini.  Namun sayangnya berbagai elemen tampaknya tidak peduli dengan keberadaan pertanian kita saat ini. Berbagai lahan pertanian diubah menjadi bangunan bangunan yang bersifat komersial. Generasi mudapun nampaknya enggan terjun didunia yang konon katanya tidak berkelas ini. Disisi lain para petani yang berusaha keras untuk bekerja sepenuh hati menggarap lahan lahan mereka,  tidak dilindungi dengan baik oleh pemerintah, baik dari segi kesejahteraan maupun dari segi pendidikannya. Sementara itu arus teknologi informasi kian dahsyat  mengalir di Negara ini. Dunia mulai terbuka satu sama lain, hamper tidak ada sekat yang memisahkan satu tempat dengan tempat lain melalu teknologi informasi ini. Mau tidak mau keadaan ini juga mengubah pola hidup masyarakat, sampai dengan pola pikir mereka.  Hal- hal yang dulu dianggap tabu, mungkin sekarang tidak lagi. Hal hal yang dulu dianggap perlu sekarang dianggap tidak perlu, dsb.</p>
<p><span id="more-91"></span>Teknologi informasi (TI) merupakan satu hal yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat saat ini. Sehingga mau tidak mau, banyak hal yang bisa kita manfaatkan dari teknologi informasi ini. Salah satunya adalah menggunakan teknologi informasi ini sebagai salah satu media untuk membangun kembali komunitas-komunitas tani kita. Mungkin terkesan muluk muluk dan sangat sulit, tapi bukan satu hal yang mustahil. Sejak saya kuliah di Pertanian dan bergelut dengan dunia TI, saya membayangkan betapa hebatnya pertanian kita, jika kita bisa memulai membangun komunitas tani ditiap desa dengan berbasiskan Teknologi Informasi. Dari komunitas-komunitas tani seperti ini kemudian kita bisa membuat jaringan secara maya (cyber) yang berskala lebih besar. Namun pikiran saya cuma sebatas itu saja, karena melihat berbagai kondisi petani di Indonesia saya juga jadi berpikir kembali, apa mungkin hal ini diterapkan.<br />
Beberapa tahun belakangan saya membuka kembali ide ‘gila ‘ itu, dan memikirkan bagaimana caranya itu menjadi mungkin, walaupun  sekedar konsep saja. Dan sampailah saya pada tahapan pemikiran bahwa kita harus membangun komunitas tani ini dengan dukungan berbagai elemen serta membuat program ini berkesinambungan.</p>
<p>Saya bertemu dengan beberapa teman teman di UNiversitas Brawijaya yang memiliki inovasi yang luar biasa bagi dunia pertanian, seperti Ika Atsari (FTP 2000) dan Kia (MIPA 2003). Ika dalam skripsinya membuat sistem informasi tentang harga harga komoditas di sub-terminal agribisnis di Mantung, Malang. Sistem informasi ini memungkinkan para petani atau siapapun untuk bisa mengecek harga harga komoditi disana dengan menggunakan telepon seluler via sms. Kita tinggal mengetikan kode tertentu, setelah itu server akan membalasnya. Sangat mudah dan simpel, saya rasa denga n begini petani tidak perlu memberikan hasil panennya ke tengkulak dengan harga yang sangat murah, karena mereka sudah tau informasi harga dipasaran. Kalo kia ini agak lebih hi-tech, dia membuat teknologi untuk mengetahui debit air dilahan dengan menggunakan telpon seluler. Namun sayangnya saya tidak tahu kelanjutan ide-ide brilian mereka itu. Sepertinya malah tidak terlalu dilihat oleh banyak orang.<br />
Sebenarnya bermula dari ide ide mereka ini saya mulai berpikir lagi untuk kembali membangun komunitas tani yang melek teknologi informasi. Dan semakin kesini, nampaknya semakin banyak harapan untuk bisa menuju kearah sana. Sebut saja program pemerintah seperti internet masuk kesekolah di desa oleh TELKOM. Program ini saja sebenernya bisa dijadikan modal utama untuk bisa membangun komunitas tani ini. Belakangan ide ini malah beranak pinak, komunitas tani ini seharusnya tidak hanya menjadi sekedar komunitas tani saja, tetapi juga sebagai komunitas yang bisa membangun generasi pertanian yang lebih baik. Selama ini kan mungkin kita selalu mengeluh bahwa agak susah untuk membina para petani yang sudah tua dengan pendidikan yang seadanya, untuk bisa mengikuti banyak hal baru. Tapi saya rasa, anak anak mereka sekolah lebih tinggi dari mereka, dan lebih mudah untuk menerima hal-hal baru. Kemudian saya berpikir, kenapa kita tidak pernah mencoba untuk mengarahkan mereka menjadi petani yang ‘berpendidikan’, karena kenyataannya banyak anak petani yang tidak mau jadi petani. Pemberian pelajaran tentang pertanian,  terutama beasiswa bagi anak-anak petani, untuk sekolah di SMK Pertanian dan atau Sekolah Tinggi Pertanian. Sehingga diharapkan mereka kembali lagi ke desa dengan bekal pendidikan yang lebih mantap.<br />
Sekelumit ide ini akhirnya membawa saya untuk mencoba mengkonsep tentang komunitas tani berbasis teknologi informasi ini. Secara detail saya sendiri belum tau teknis pelaksanaannya seperti apa, tetapi secara konsep mungkin bisa dikembangkan dengan baik oleh banyak pemikir pemikir yg lebih handal dari saya. Dan semoga tidak hanya menjadi sebuah konsep sahaja, lebih dari itu bisa diimplementasikan secara baik pula.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=91&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2008/10/03/membangun-komunitas-petani-berbasis-teknologi-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Putting ‘e’ on agribusiness</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2008/10/03/putting-%e2%80%98e%e2%80%99-on-agribusiness/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2008/10/03/putting-%e2%80%98e%e2%80%99-on-agribusiness/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 08:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[agribusiness]]></category>
		<category><![CDATA[e-business]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Agriculture based business is one of the important keys of Indonesia agricultural development. When Indonesia was hit by monetary crisis in the last year of 1997, agribusiness became good alternative for entrepreneurs to start or divert they business orientation. Faraway before this tragedy, actually agriculture has been a basic mindset of Indonesian culture. The types [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=83&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Agriculture based business is one of the important keys of Indonesia agricultural development. When Indonesia was hit by monetary crisis in the last year of 1997, agribusiness became good alternative for entrepreneurs to start or divert they business orientation. Faraway before this tragedy, actually agriculture has been a basic mindset of Indonesian culture. The types of land are definitely very useful to fulfill food needs themselves or to encourage export of agricultural commodities. As an agribusiness is business, Information and Communication Technologies (ICTs) does matter. Firms can apply them to save costs when they conduct market research, organize export processes, and manage payments and customer relations.</p>
<p><span id="more-83"></span>Recognizing the potential of ICTs is one thing; applying them to boost the bottom line is another. Faced with a sometimes bewildering choice of e- business solutions, small exporters need to know which applications will boost visibility, improve efficiency or enhance products. They cover a wide range: developing a web site; using business-to business e-marketplaces; using mobile phones to manage supply and distribution chains; and more.</p>
<p>ICTs also open up new opportunities to export e-related products and services, such as computer components, software programming and back-office services. But unless they’re informed and competent in using ICTs, firms can’t take advantage of new opportunities. In developing countries, where Internet connections are often limited or expensive, it can be a major challenge to develop an e-culture and apply “e” creatively to trade. Putting “e” to work for trade doesn’t happen automatically: countries need to manage the process. They need e-trade strategies that go beyond the issue of connectivity and address business realities like trust, costs and industry structures. They need the essentials such as access to finance, roads, transport and energy. With these foundations in place, ICTs can help developing country Firms Bridge the digital divide and leapfrog growth.</p>
<p>Now, what internet can doing for farm and agribusiness<br />
1.    Information Sharing</p>
<p>•    E-mail communication<br />
•    Electronic Business Card<br />
•    Sell yourself, commodities, products and management<br />
•    Provide information and data to all levels of food chain</p>
<p>•    Educate general public (i.e., environmental stewardship, community involvement)<br />
2.    Distance Education<br />
3.    Buying/Selling Products and Services<br />
4.    Marketing Commodities<br />
5.    Data Storage and Decision Making</p>
<p>Whether we ready or not, ICTs will speed full progress and take a role for future trade.  The orientation is not only commercial (e-commerce) but e-business. E-business is the conduct of business on the internet; also include the exchange of information not directly to the actual buying and selling goods. Increasingly, business is using electronic mechanism to distribute information and provide customer support. The electronics term of business having significant effect on many businesses and industries. We can divide e-business into 4 models in relationship between manufacturers, input Supplier, Producer, Product, Handler Processor and Consumer, there are:<br />
•    Business-to-Consumer (B2C)<br />
•    Business-to-Business (B2B)<br />
•    Business-to-Government (B2G)<br />
•    Consumer-to-Consumer (C2C)<br />
On implementation of agribusiness we can choose one of e-business model above, each model have different relationship of business. We also should recognize about the agricultural product itself.</p>
<p><strong>Preparation for e-agribusiness implementation in Indonesia</strong></p>
<p><em><strong>E-readiness</strong></em><br />
If a country is e-ready in terms of its population’s culture and skills, it’s more likely to apply ICTs successfully to trade. Governments need to invest in e-literacy drives, for example, by switching to e-government services. Government roles to prepare this readiness:</p>
<ul>
<li>•   Standardizing</li>
<li>•    [de]Regulation, guidelines</li>
<li>•    Build and Maintaining infrastructure</li>
<li>•    Incentive</li>
<li>•    Initiative</li>
</ul>
<p><em><strong>E-trade strategy</strong></em></p>
<p>Governments should implement a legal and regulatory framework that promotes, rather than blocks, e-trade. Export strategy-makers need to adopt an e-business vision and practical plans to help the business community take up “e”, starting with advocacy to raise awareness. To move from awareness to action, exporters need technology applications that work in their local environment and opportunities to learn from others. When integrating “e” in business, they may not need the most expensive technology — just the most appropriate.</p>
<p>To move to e-competence, exporters need training and information about e-business skills and issues such as trust and security.</p>
<p>1.     E-Commerce<br />
Even Indonesia is one of the developing countries; internet is again not tame things, especially for the big cities. About 5 millions people are friendly using internet connection for every single occasion; small number for Indonesian population, but not bad for developing country. Potential market in Indonesia is also become one reason to apply this kind of feature. Even its hard to apply consumer to consumer or business to consumer feature, Indonesia still have more chance to feel another features e-business application by using internet. E-trading will be the alternative for the consumer to buy something they need, especially for ‘modern’ people and busy man. Indonesian potency for e-commerce:<br />
•    Application development, Services, local and global contents<br />
•    Digital Community enlargement<br />
•    Human resources Supplies</p>
<p>2.    System Information of e-agribusiness<br />
Nowadays, information not only important but it is already become our need. World connected each other by information. Without information you are zero. So that, why the problem of most people is not because they not smart enough, but it is because they really don’t know or haven’t willingness to know more. It is also happen on our agriculture sector in Indonesia. As agriculture based country, generally Indonesia has been not taking care about information progress. We still facing the reality that farmer is not good enough to know about information of culture, pesticide, current issue of agriculture sector and also pricing. The last one is a problem on post-harvest problem against Indonesian farmer. While we busy on facing these problems, technology leave us behind uncompromised. Will we give up? Absolutely NO and don’t be ever, otherwise we can utilize the technology to pursue about our abandonment. SMS (Short Message Service) is one of the simple technologies that we can use to be applied. It’s usually the exact feature on cellular phone, from the old one to modern.  Cellular phone is not become a luxurious device, more than that it could be need.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=83&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2008/10/03/putting-%e2%80%98e%e2%80%99-on-agribusiness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panderman Farewell</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2007/11/29/panderman-farewell/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2007/11/29/panderman-farewell/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 00:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[mendaki]]></category>
		<category><![CDATA[panderman]]></category>
		<category><![CDATA[puncak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/2007/11/29/panderman-farewell/</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu, gw seperti biasa mengayuh sepeda keren (tapi punya om DC, hehehehe) dengan semangatnya, karena mau ngembaliin Sleeping Bag n JaketnyaTyo ke Asrama KOpma. Tiba-tiba ditengah jalan ada SMS, langsung deh gw buka sambil tangan yang satu tetep megang stang sepeda, ternyata dari susan anak suroboyo, bunyinya gini: &#8220;aku lagi di Batu neh tempatnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=79&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sore itu, gw seperti biasa mengayuh sepeda keren (tapi punya <a href="http://dheche.songolimo.net" target="_blank">om DC,</a> hehehehe) dengan semangatnya, karena mau ngembaliin Sleeping Bag n JaketnyaTyo ke Asrama KOpma. Tiba-tiba ditengah jalan ada SMS, langsung deh gw buka sambil tangan yang satu tetep megang stang sepeda, ternyata dari <a href="http://susander.multiply.com" target="_blank">susan</a> anak suroboyo, bunyinya gini: &#8220;aku lagi di Batu neh tempatnya Johan, kita ke Panderman yuk, nanti malem berangkat, sekalian bawa tendaku&#8221; &#8230; heh, ngajak naek gunung kok kayak ngajak ke Mall, dasar ruwet!!&#8230;..<span id="more-79"></span>tapi langsung gw bales, hayuu..(halah sama ruwetnya juga), ntar malem gw berangkat kesana abis isya. karena dadakan juga gw langsung berangkat dengan apa adanya. Sempet ke tokonya Bonnie dulu beli sleeping bag, secara sleeping bag gw dirusakin sama anak-anak dikosan (lagian sleeping bag gw dipake buat berdua yah jebol lah..pegimane seh!!!), deh gak bawa sarung tangan juga..beli sekalian aja (mumpung lagi banyak duit..kekeke, gaya bangaddd dah). akhirnya gw berangkat dari malang setengah delapan, dan sampe batu sekitar jam setengah sembilanan, karena untungnya lagi mobil dari landungsari langsung ke alun-alun Batu, jadi gak perlu repot-repot ke terminal batu lagi.</p>
<p>Sampe di sana masih nunggu dijemput <a href="http://justjohan.mulitply.com" target="_blank">Johan</a>, lumayan juga nunggu sekitar setengah jam akhirnya muncul juga dia, tapi ternyata sama orang aneh itu (Susan). Karena emang gak ada persiapan akhirnya kita beli jajan-jajanan dulu di plasa <a href="http://www.pemkotbatu.go.id/ina/" title="pemkot batu" target="_blank">Batu</a> buat bekal. Setelah itu gw naek angkot ke rumahnya Johan, sedangkan mereka naek motor. Kita siap-siap , gw makan, terus tidur-tiduran sebentar, karena kita berangkatnya jam 11 malam. si Susan sempet tidur dengan pulas. Jadi gak neh berangkat seh !!!</p>
<p>Jam 11 kita mulai berangkat dari rumah Johan dengan jalan kaki. untuk sampe ke gerbang (pos) pendakian ke panderman mungkin butuh waktu sekitar 1 jam dari rumah Johan. Jalannya aspal dan naek terus. kita berhenti sebentar di pos pendakian. Lalu jalan lagi dengan santainya, karena kita becanda terus sepanjang perjalanan, gak terasa juga akkhirnya kita udah mulai sampe dijalan tanah (ini baru beneran naek gunung-apa gundukan yak..hehehehe)&#8230;kita sempet beberapa kali kebingungan untuk cari jalan, saking banyaknya jalan menuju roma, eh menuju puncak. Medannya gak terlalu sulitlah (kalo dibandingin ke <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Mahameru" title="semeru" target="_blank">Semeru</a> &#8211; lewat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Mahameru#Pendaki_pertama" target="_blank">ayet-</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Mahameru#Pendaki_pertama" target="_blank">ayek</a>, hahahaha)&#8230;tapi yang pasti sorry..gak ada bonusnya, man&#8230;.jalannya relatif monoton naek terus. Untuk gunung sekecil itu jalan yang kita tempuh emang rada lumayan berat. Setelah jalan kurang lebih 5 jam akhirnya kita sampe juga diatas, hehehe&#8230;kurang lebih jam 3 pagi sampe sana, langsung deh gelar shelter dan istirahat, gw sendiri seh langsung tidur, abisnya gw udah ngantuk tadi waktu jalan..gak tau si Johan ama Susan ngapain, wekekeekekekek&#8230;..</p>
<p><img src="http://idur.files.wordpress.com/2007/11/ketika-lingua-menerawang.jpg?w=332&#038;h=251" alt="ketika-lingua-menerawang.jpg" align="left" border="4" height="251" hspace="2" vspace="2" width="332" />Jam 5, gw bangun dan ngeliat sunrise yang keren dari atas. Johan and SUsan Foto-foto terus (Johan yang moto tapi&#8230;.dasar susan, wek). Kita agak jalan naek keatas buat cari lata yang bagus lagi dan ketemu sesama pendaki juga 3 orang yang dari malang selatan, orangnya baek-baek, kita malah ditawarin kopi and mie. lumayan buat ganjel perut..hehehehe. ternyata emang cukup banyak juga yang lagi di atas, biasa malem minggu. Jam 7 pagi kita akhirnya turun, kali ini lebih cepet karena turunnya kita lewat jalan lain yang lebih gampang. usut punya usut ternyata, jalan yang kita lewatin waktu naek itu, salah satu jalan yang paling susah..wehehehehe, tapi ditengah jalan kita sempet foto-foto untuk album terbaru kita kok&#8230;hahahaha</p>
<p>sekitar Jam 9.30 kita udah sampe bawah, Susan ngeliat pisang diseberang jalan yang dijual di warung, langsung otak siamangnya bereaksi ngeliat pisang. &#8220;Beli pisang yuk, buat di goreng dirumah Johan&#8221;  kata Susan&#8230; pas kebetulan ada pasar dibawah, tempat johan sering belanja berbagai kebutuhan rumahtangganya (haaah, Johan..), namun setelah membeli Pisan kita tergoda juga dengan Es Campur dipasar itu, akhirnya dengan penuh perasaan mesum kita beli itu&#8230;Duilehhh Nikmadd bangadd da ah..</p>
<p><img src="http://idur.files.wordpress.com/2007/11/ketika-lingua-istirahat.jpg?w=310&#038;h=232" alt="ketika-lingua-istirahat.jpg" align="left" border="4" height="232" hspace="2" vspace="2" width="310" />Sampe Rumah Johan sekitar jam 11an gtu deh, eh ternyata air dirumahnya Johan mati udah dari tadi Pagi (tuiinggg) , impian kita selama ini untuk mandi akhirnya harus tertunda, untuk bokapnya Johan punya kunci Mushola, jadi bisa numpang mandi di Mushola. Segerrr bangaddd&#8230;..abis mandi kita makan..abis itu tidur benta, sampe jam 3an. Akhirnya gw ama Susan pamitan pulang, gw nganterin Susan ke terminal, tapi kita sempet makan Bakso Damas di Soekarno-Hatta. Nice Farewell Hiking, soalnya gw tanggal 1 Desember 2007 ini bakalan balik ke kota asal gw di Karawang..Gokil juge lo pade&#8230;Salute buat JOhan and Susan&#8230;.We Were Declared that We Are a New LINGUA (halah..)&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://idur.files.wordpress.com/2007/11/ketika-lingua-sok-cakep.jpg" alt="ketika-lingua-sok-cakep.jpg" border="4" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kiri-Kanan : Johan (Kuning), Susan (Biru), Idur (Item)</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/idur.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/idur.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=79&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2007/11/29/panderman-farewell/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idur.files.wordpress.com/2007/11/ketika-lingua-menerawang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ketika-lingua-menerawang.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idur.files.wordpress.com/2007/11/ketika-lingua-istirahat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ketika-lingua-istirahat.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idur.files.wordpress.com/2007/11/ketika-lingua-sok-cakep.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ketika-lingua-sok-cakep.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hujan Badai di Malang</title>
		<link>http://idur.wordpress.com/2007/11/28/hujan-badai-di-malang/</link>
		<comments>http://idur.wordpress.com/2007/11/28/hujan-badai-di-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 16:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idur</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[badai]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idur.wordpress.com/2007/11/28/hujan-badai-di-malang/</guid>
		<description><![CDATA[Well, hari ini emang tampak gak begitu cerah kayak kemaren. tampaknya adem-ayem terus, jauh beda sama kemaren, udaranya panas banget. Firasatku mengatakan (dukun banget dah!!) bahwa hari ini emang bakalan ujan, lagian udah mendung juga. ternyata bener juga, setelah aku n mas wawan beli manisan mangga (gak tau kenapa kita lagi addicted manisan mangga), sekitar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=78&subd=idur&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Well, hari ini emang tampak gak begitu cerah kayak kemaren. tampaknya adem-ayem terus, jauh beda sama kemaren, udaranya panas banget. Firasatku mengatakan (dukun banget dah!!) bahwa hari ini emang bakalan ujan, lagian udah mendung juga. ternyata bener juga, setelah aku n <a href="http://berbagi-mimpi.blogspot.com" title="mas wawan blog" target="_blank">mas wawan</a> beli manisan mangga (gak tau kenapa kita lagi addicted manisan mangga), sekitar jam 2an, tiba-tiba angin kencang dan disertai hujan menyelimuti sekitar kampus. Rasa-rasanya badai juga neh, wah kita langsung nutupin jendela dan tirai. gw langsung buru-buru ambil kamera digitalnya meti dan mencoba mengambadikan moment ini. Weew..lumayan juga anginnya bro&#8230;hati-hati deh pokoknya. jangan lupa selalu sedia jas hujan atau payung (kagak ngaruh juga kalo badai mah yak&#8230;hehehehe)</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://idur.wordpress.com/2007/11/28/hujan-badai-di-malang/"><img src="http://img.youtube.com/vi/FiVhHTKfHCU/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/idur.wordpress.com/78/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/idur.wordpress.com/78/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idur.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idur.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idur.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idur.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idur.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idur.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idur.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idur.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idur.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idur.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idur.wordpress.com&blog=557407&post=78&subd=idur&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idur.wordpress.com/2007/11/28/hujan-badai-di-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98aa6903b3036b8d5027db3f3479ad4c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/FiVhHTKfHCU/2.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>